Minggu, 04 Desember 2016

Bagian satu

Ana, Ada Apa?

Sudah 6 tahun aku mengalami ini. tak seorang pun tahu dengan benar tentang hal ini. bahkan tidak dengan aku sendiri. tapi tentu saja ada yang tahu pasti tentang apa yang telah terjadi. ALLAH...ya.. Allah... itu sudah pasti. 

aku berusia 15 tahun, ketika aku duduk di bangku kelas 9, aku mengalami perasaan yang aneh. Ya ... aku tahu sejak kecil aku memang merasa aneh ketika aku sadar. namun ketika aku tak sadar, tentu saja aku merasa baik-baik saja. Haha...  Aku sering merasa energi begitu terkuras dan aku sering merasa pusing dan sangat mengantuk. Mungkinkah itu efek karena aku ,memang kurang ikhlas dalam mengerjakan tugasku? atau karena aku diam saja ketika aku benar-benartahu bahwa aku tahu aku salah namun aku hanya diam saja? Mungkin keduanya. Mungkin semuanya.aku benar-benar banyak melakukan dosa besar saat itu. terutama meninggalkan sholat dengan sengaja dan tidak menghormati dan menghargai orang tua maupun teman-teman. aku mulai bosan dan sangat lelah. sejak saat itu aku sering melihat bayangan kilas ketika aku mengedipkan mata. Gambaran yang terkadang jelas, namun terkadang membingungkan hingga begitu menakutkan. Aku tidak tahu apakah ini hanyalah halusinasi, ataukah aku benar-benar melihatnya, ataukah ini adalah hukuman untukku? memang tidak selalu aku rasakan itu. namun ada saat-saat tertentu.

20 November 2014
Kenapa aku hanya diam saja? mengapa tidak ada yang mengajakku bicara?

HAHHH..hosh..hosh... oh tidak aku lagi-lsgi tidak membaca do'a sebelum tidur. Tapi... mimpi tadi...  ada sesuatu yang ganjal. sepertinya Ana? lagi-lagi aku bermimpi Ana? tapi itu samar sekali.
"Astaghfirullahal'adziim...Astaghfirullahal'adziim... Astaghfirullahal'adziim..."
Baru jam 1 aku harus tidur lagi. 
Bismika Allahumma ahya wa bismika amuutu
Bismika Allahumma ahya wa bismika amuutu
Bismika Allahumma ahya wa bismika amuutu
Bismika Allahumma ahya wa bismika amuutu
***
Allaaahu akbar Allaahu akbaru

Hoahms... Alhamdulillah...
Astaghfirullah... tugasku belum selesai...
tapi kalau aku tidak segera sholat aku akan terlena dengan yang lain! Ah... ya Allah.. sebentar saja... boleh ya?

***
"Ana? Kamu tidak apa-apa?", tanya seseorang dengan suaranyayang tegas namun masih terkesan lembut. Dia membuyarkan lamunanku.
"Ah, iya tidak apa-apa"
"Bagaimana Ana?"
"Eh..."
"Ana, Aku tadi ngomong apa"
"Anak? Anak apa ya?"
"Tuh kan... sudah aku duga, kamu pasti nggak dengarkan aku ngomong apa! Ukh.. dasar Ana... mesti wes...!-~-. Aku tadi bilang arahan Naki tadi yang masalah energi yang dipakai untuk bayi odema tadi gimana? Kamu setuju ndak?"
"Aah.. itu... selagi tidak ada diare aku rasa tidak apa-apa. Tapi jujur aku juga tidak terlalu paham. Bagaimana kalau kita tanyakan kepada Bu Rana saja?"
"Loh, tugas Bu Rana kok ditanyakan ke Bu Rana sih? Kamu itu lucu ya Na!" XD
"Hahaha... XD... Kan biar lebih jelas Jiaan"
"Ahahahah...XD... Ya.. Bisa jadi...". Ana, ada apa? kenapa kamu melamun lagi? Apakah sebaiknya aku tanyakan sekarang? atau nanti dulu? Ah... Aku bingung. Bahkan ekspresi wajahnya sekarang yang masih mengerjakan tugas dietetik masih sama dengan saat dia melamun. Bagaimana bisa kau menahannya. Ah... Aku tidak tahan melihat ekspresimu itu Ana. Jangan seperti aku. Jangan jatuh seperti aku. Cukup aku saja. Jika kau sedih aku bukan penghibur yang baik. Bukan pula penasihat yang baik. Ya Allah...
***









Tidak ada komentar:

Posting Komentar