Senin, 12 Desember 2016

Bismillahi-KTI-Penyusunan BAB IV(Metodologi Penelitian)

BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN

4.1. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dimana peneliti melakukan  mendeskripsikan penelitian melalui observasi/pengamatan dan wawancara langsung dengan menggunakan kuisioner. Menurut Iskandar (2008:61) dalam Agam(2016),  penelitian deskriptif  kuantitatif  merupakan penelitian yang bertujuan memberikan uraian atau gambaran mengenai fenomena atau gejala sosial yang diteliti dengan menggunakan satu variabel atau lebih (independent), berdasarkan indikator-indikator dari variable yang diteliti tanpa membuat perbandingan atau menhubungkan antar variabel yang diteliti guna untuk eksplorasi atau klasifikasi dengan mendeskripsikan sejumlah variabel yang diteliti.

4.2.  Tempat dan Waktu Penelitian
4.2.1. Tempat Penelitian
Tempat penelitian di laksanakan di MI Khodijah Malang
4.2 .2. Waktu Penelitian
        Penelitian ini dilaksanakan pada  Desember  2016

4.3.  Populasi dan Sampel
4.3.1. Popiulasi
Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pengolah makanan dalam peyelenggaraan makanan  di Madrasah Ibtidaiyah Khodijah Malang, pada tahun 2016, yaitu sejumlah tujuh orang,.


4.3.2. Sampel
Sampel pada penelitian ini sejumlah populasi, yaitu seluruh pengolah makanan dalam peyelenggaraan makanan  di Madrasah Ibtidaiyah Khodijah Malang pada tahun 2016, yaitu sejumlah tujuh orang.

4.4.  Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah gejala yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang menjadi fokus penelitian dalam penelitian ini adalah hygiene dan sanitasi makanan yang meliputi pengolahan, penyimpanan dan penyajian makanan. Dalam penelitian ini seluruh penjamah makanan (populasi) di Madrasah Ibtidaiyah Khodijah Malang pada tahun 2016.

4.5. Definisi Operasional

Definisi Operasional
Alat Ukur
Cara Ukur
Skala Ukur
Higiene Sanitasi
Higiene merupakan upaya kesehatan dengan caramemelihara dan melindungi kebersihan petugas penjamah makanan. Sanitasi merupakan upaya kedehatan dengan caramemelihara dan melindungi kebersihan air serta ruang produksi dan makanan
Form uji kelayakan fisik higiene sanitasi jasaboga
Observasi
Ordinal




4.6.  Instrumen Penelitian
4.6.1.  Ruang Persiapan, pengolahan, distribusi, penyimpanan
makanan dan fasilitas penunjang penyelenggaraan makanan di MI Khodijah Malang.
4.6.2. Petugas pngolah atau penjamah makanan di penyelenggaraan makanan MI Khodijah Malang.
4.6.3. Dokumen MI Khodijah Malang(data belanja dan peyimpanan makanan)

4.7. Metode Pengumpulan Data
            Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Untuk data primer didapatkan melalui MI Khodijah Malang, dan data sekunder gambaran umum penyelenggaraan makanan MI Khodijah Malang di dapatkan dari hasil observasi. Data kelayakan fisik higiene sanitasi dillakukan dengan mengisi form uji kelayakan untuk menjamin keamanan dan kemurnian makanan, mencegah konsumen dari penyakit, dengan kriteria objektif sebagai berikut.
1.      Pengolahan makanan merupakan kumpulan metode dan teknik yang digunakan untuk mengubah bahan mentah menjadi makanan atau mengubah makanan menjadi bentuk lain yang siap untuk di konsumsi.
Memenuhi syarat                     : Apabila hygiene dan sanitasi makanan memenuhi syarat  Permenkes  No. 1096/Menkes/PER/VI/2011.
Tidak memenuhi syarat          : Apabila hygiene dan sanitasi makanan tidak memenuhi syarat Permenkes No.1096/Menkes/PER/VI/2011.

2.      Peyimpanan makanan merupakan penyimpanan makanan yang sudah masak mengingat sifat bahan makanan yang berbeda-beda dan dapat membusuk, sehingga kualitasnya dapat terjaga.  Berikut merupakan kategori peyimpanan makanan
Memenuhi syarat                 : Apabila penyimpanan makanan memenuhi syarat  Permenkes  No. 1096/Menkes/PER/VI/2011.
Tidak memenuhi syarat        : Apabila penyimpanan makanan tidak memenuhi syarat Permenkes No.1096/Menkes/PER/VI/2011.

3.      Penyajian makanan merupakan makanan yang disajikan atau penyajian makanan yang siap santap. Dalam prinsip penyajian makanan, wadah untuk setiap jenis makanan ditempat dalam wadah terpisah dan diusahakan tertutup. Tujuannya agar makanan tidak terkontaminasi silang, bila satu makanan tercemar yang lain dapat diselamatkan, serta memperpanjang masa saji makanan sesuai dengan tingkat kerawanan makanan.  Berikut merupakan kategori peyimpanan makanan.
Memenuhi syarat           : Apabila penyajian makanan memenuhi syarat Permenkes                                                                       No.1098/Menkes/SK/VII/2003.
Tidak memenuhi syarat : Apabila penyajian makanan tidak memenuhi syarat Permenkes No. 
                                      1098/Menkes/SK/VII/2003.

4.8. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Data gambaran umum penyelenggaraan makanan MI Khodijah  dalam penelitian ini, dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Dimana data yang di peroleh disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan diinterpretasikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar