BAB
IV
METODOLOGI
PENELITIAN
4.1.
Desain Penelitian
Desain
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif
dimana peneliti melakukan
mendeskripsikan penelitian melalui observasi/pengamatan dan wawancara
langsung dengan menggunakan kuisioner. Menurut Iskandar (2008:61) dalam
Agam(2016), penelitian deskriptif kuantitatif
merupakan penelitian yang bertujuan memberikan uraian atau gambaran
mengenai fenomena atau gejala sosial yang diteliti dengan menggunakan satu
variabel atau lebih (independent), berdasarkan indikator-indikator dari
variable yang diteliti tanpa membuat perbandingan atau menhubungkan antar
variabel yang diteliti guna untuk eksplorasi atau klasifikasi dengan
mendeskripsikan sejumlah variabel yang diteliti.
4.2.
Tempat dan Waktu Penelitian
4.2.1. Tempat Penelitian
Tempat
penelitian di laksanakan di MI Khodijah Malang
4.2 .2. Waktu Penelitian
Penelitian
ini dilaksanakan pada Desember 2016
4.3. Populasi dan Sampel
4.3.1. Popiulasi
Populasi pada penelitian
ini yaitu seluruh pengolah makanan dalam peyelenggaraan makanan di Madrasah Ibtidaiyah Khodijah Malang, pada
tahun 2016, yaitu sejumlah tujuh orang,.
4.3.2. Sampel
Sampel pada penelitian
ini sejumlah populasi, yaitu seluruh pengolah makanan dalam peyelenggaraan
makanan di Madrasah Ibtidaiyah Khodijah
Malang pada tahun 2016, yaitu sejumlah tujuh orang.
4.4.
Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah gejala yang digunakan sebagai ciri,
sifat atau ukuran yang menjadi fokus penelitian dalam penelitian ini adalah
hygiene dan sanitasi makanan yang meliputi pengolahan, penyimpanan dan
penyajian makanan. Dalam penelitian ini seluruh penjamah makanan (populasi) di Madrasah
Ibtidaiyah Khodijah Malang pada tahun 2016.
4.5. Definisi Operasional
|
|
Definisi Operasional
|
Alat Ukur
|
Cara Ukur
|
Skala Ukur
|
|
Higiene Sanitasi
|
Higiene merupakan upaya kesehatan dengan caramemelihara dan
melindungi kebersihan petugas penjamah makanan. Sanitasi merupakan upaya
kedehatan dengan caramemelihara dan melindungi kebersihan air serta ruang
produksi dan makanan
|
Form uji kelayakan fisik higiene sanitasi jasaboga
|
Observasi
|
Ordinal
|
4.6. Instrumen Penelitian
4.6.1. Ruang Persiapan, pengolahan, distribusi,
penyimpanan
makanan dan
fasilitas penunjang penyelenggaraan makanan di MI Khodijah Malang.
4.6.2. Petugas pngolah atau penjamah makanan di penyelenggaraan
makanan MI Khodijah Malang.
4.6.3. Dokumen MI Khodijah Malang(data belanja dan peyimpanan
makanan)
4.7. Metode Pengumpulan Data
Data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Untuk
data primer didapatkan melalui MI Khodijah Malang, dan data sekunder gambaran
umum penyelenggaraan makanan MI Khodijah Malang di dapatkan dari hasil
observasi. Data kelayakan fisik higiene sanitasi dillakukan dengan mengisi form
uji kelayakan untuk menjamin keamanan dan kemurnian makanan, mencegah konsumen
dari penyakit, dengan kriteria objektif sebagai berikut.
1.
Pengolahan
makanan merupakan kumpulan metode dan teknik yang digunakan untuk mengubah
bahan mentah menjadi makanan atau mengubah makanan menjadi bentuk lain yang
siap untuk di konsumsi.
Memenuhi syarat :
Apabila hygiene dan sanitasi makanan memenuhi syarat Permenkes No. 1096/Menkes/PER/VI/2011.
Tidak
memenuhi syarat :
Apabila hygiene dan sanitasi makanan tidak memenuhi syarat Permenkes
No.1096/Menkes/PER/VI/2011.
2.
Peyimpanan
makanan merupakan penyimpanan makanan yang sudah masak mengingat sifat bahan
makanan yang berbeda-beda dan dapat membusuk, sehingga kualitasnya dapat
terjaga. Berikut merupakan kategori peyimpanan
makanan
Memenuhi syarat :
Apabila penyimpanan makanan memenuhi syarat Permenkes
No. 1096/Menkes/PER/VI/2011.
Tidak
memenuhi syarat :
Apabila penyimpanan makanan tidak memenuhi syarat Permenkes
No.1096/Menkes/PER/VI/2011.
3.
Penyajian
makanan merupakan makanan yang disajikan atau penyajian makanan yang siap
santap. Dalam prinsip penyajian makanan, wadah untuk setiap jenis makanan
ditempat dalam wadah terpisah dan diusahakan tertutup. Tujuannya agar makanan
tidak terkontaminasi silang, bila satu makanan tercemar yang lain dapat
diselamatkan, serta memperpanjang masa saji makanan sesuai dengan tingkat
kerawanan makanan. Berikut merupakan
kategori peyimpanan makanan.
Memenuhi syarat :
Apabila penyajian makanan memenuhi syarat Permenkes No.1098/Menkes/SK/VII/2003.
Tidak memenuhi syarat :
Apabila penyajian makanan tidak memenuhi syarat Permenkes No.
1098/Menkes/SK/VII/2003.
4.8.
Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Data
gambaran umum penyelenggaraan makanan MI Khodijah dalam penelitian ini, dianalisis menggunakan teknik
deskriptif kuantitatif. Dimana data yang di peroleh disajikan dalam bentuk
tabel distribusi dan diinterpretasikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar